Akhirnya setelah penantian lama, keluarlah versi Beta dari Fedora 11 dengan code name Leonidas.
What Leonidas? The Spartan Hero!!
Bukan-bukan!
Pengambilan nama untuk Fedora 11 dimulai awal Januari. Leonidas menjadi pemenang dari banyaknya nama yang di tawarkan, seperti Blarney, Brasilia Claypool, Duchess, Euryalus, Indomitable, dan Zampone. Anda mungkin berfikir jika nama ini diambil dari Sejarah per-Spartan-an, tentu tidak!
Berkunjunglah ke Fedora-Wiki, kalian akan melihat bahwa tidak ada hubungannya dengan Sang Pahlawan.
Back to Penguin! Dari semua fitur yang dihadirkan Fedora 11, yang paling menarik adalah waktu booting yang bertambah cepat, mereka mengklaim kecepatannya mencapai 20 detik, selain itu penggunaan File System Ext4 juga menambah "warna biru" pada Fedora 11, Ext4 akan menjadi default File System pada Fedora 11 ini, jadi tidak hanya waktu booting yang cepat, namun performa juga akan ditingkatkan, untuk Desktop Environment KDE sudah menggunakan versi 4.2.
Biasanya Fedora adalah distro yang tidak peduli tentang Microsoft Windows, tapi Fedora 11 setidaknya memberikan 1 kunci dari fitur pengembangan Windows, yaitu Windows Cross-Compiler. Sesuai dengan deskripsi dari Fedora Project, Windows Cross-Compiler akan memungkinkan untuk membangun dan mencoba program secara utuh untuk windows, tanpa membutuhkan lingkungan Microsoft Windows.
Versi Final dari Fedora 11 dijadwalkan release pada akhir Mei.
Artikel ini saya "copas" dari InternetNews dengan pemolesan sana-sini. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail saya atau melalui jasa komen. Gambar diatas milik gauravliv.com
Labels: Linux
Mengulang dan mengulang, mungkin kalimat dari 
makin banyak linux makin mantaf
mana fedora lagi.....
tp ane suka kubuntu 9.04
mantaf KDE4.2 nya