Penggunaan 2 Operating System menjadi keasikan tersendiri, trend dual-booting antara Linux dan Windows sudah menjamur dimana-mana, mungkin mengakses File System Windows seperti FAT32 atau NTFS menjadi hal yang mudah, dengan beberapa package tambahan yang sudah default tertanam di Linux, anda sudah dapat mengaksesnya, namun beda halnya dengan Windows, secara default kita tidak dapat mengakses File System dari Linux seperti Ext2 atau Ext3 karena itu dibutuhkan aplikasi tambahan.
Salah satunya adalah Explore2fs, dia adalah program seperti Windows Explorer yang dapat membaca Ext2 dan Ext3
Supported versions of Windows:
- Windows 95
- Windows 98
- Windows 98SE
- Windows ME
- Windows NT 4.0
- Windows 2000
- Windows XP
- Windows XP SP2
- Windows Server 2003
- Reads ext2
- Reads ext3
- Drag & Drop
- 1.44Meg Floppy Disk Support
- LS120 Floppy Disk Support
- ZIP & Jazz Disk Support
- USB & CF Disk Support
- CDROM Support
- Supports Windows 98 extended partition scheme
- Export files as binary
- Export files as text
- Export directory
- View/Execute file
- Large disk support
- Large file support
- LVM2
- ReiserFS Detection
- Unicode UTF8 support
- Preserve time stamps on export

Artikel ini dibuat berdasarkan inpoo. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail atau melalui jasa komen. gambar di atas milik chrysocome
Labels: Application
Mungkin sudah banyak Linux yang berjalan bersamaan dengan Windows, dan distro ini memiliki perbedaan dengan yang unik, Portable Ubuntu for Windows (berikutnya disingkat Pubuntu) diambil dari situs resminya Pubuntu adalah sistem yang berjalan sebagai aplikasi di Windows.
Sistemnya sendiri di bangun dari Kernel Colinux, Xming X server dan Server Pulseaudio untuk Windows, kita sering melihat distro lain yang berjalan inside Windows, seperti Damn Small Linux, DSL akan membuat Desktop sendiri di dalam Desktop Windows, namun berbeda pada Pubuntu, distro ini tidak membuat desktop-nya sendiri tapi numpang tempat di Windows.
Seperti kebanyakan distro portable lainnya, Pubuntu mempunyai beberapa kelebihan seperti, dapat tersimpan dalam sebuah USB Flash Disk, meskipun ukuran yang di butuhkan cukup besar, anda juga dapat menyimpan data atau folder kalian pada Windows, perubahan apapun yang kalian lakukan akan tersimpan pada Portable Ubuntu, dan yang pasti mudah untuk di konfigurasi.
Ok, try this one!
Pertama, anda download release pertama Pubuntu, (Ukurannya sekitar 438 MB). double-click untuk meng-extract pada folder, Bagi anda yang menggunakan Vista atau Windows 7, anda harus membuka Command Prompt sebagai Administrator (Tekan Windows Key pada keyboard, ketik cmd, lalu right-click pada "Command Prompt" lalu pilih "Run as Administrator"); pada Windows XP, kalian hanya menjalankan Command Prompt, lalu menuju folder extract anda, pilih run_portable_ubuntu dan tekan enter.
Akan muncul beberapa prompts untuk "Unblock" coLinux dan beberapa aplikasi pada system anda. Unblock semuanya, lalu akan muncul sebuah menu-bar kecil pada desktop, dan anda dapat memindahkannya sesuka hati.
Voila! Indahnya warna orange dari Ubuntu akan terpancar dari Desktop anda, menu seperti--Aplications-Places-System--akan muncul, saatnya anda berkreatif tanpa harus menghancurkan Windows anda (Meskipun sudah hancur ^^)
Jangan lupa untuk membaca dokumentasi Pubuntu dari situsnya, karena itu akan sangat membantu.

Artikel ini saya "copas" dari Lifehacker dan situs resmi dari Pubuntu dengan pemolesan sana sini. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail saya atau melalui jasa komen diatas. Gambar diatas milik Pubuntu
Labels: Linux
Akhirnya setelah penantian lama, keluarlah versi Beta dari Fedora 11 dengan code name Leonidas.
What Leonidas? The Spartan Hero!!
Bukan-bukan!
Pengambilan nama untuk Fedora 11 dimulai awal Januari. Leonidas menjadi pemenang dari banyaknya nama yang di tawarkan, seperti Blarney, Brasilia Claypool, Duchess, Euryalus, Indomitable, dan Zampone. Anda mungkin berfikir jika nama ini diambil dari Sejarah per-Spartan-an, tentu tidak!
Berkunjunglah ke Fedora-Wiki, kalian akan melihat bahwa tidak ada hubungannya dengan Sang Pahlawan.
Back to Penguin! Dari semua fitur yang dihadirkan Fedora 11, yang paling menarik adalah waktu booting yang bertambah cepat, mereka mengklaim kecepatannya mencapai 20 detik, selain itu penggunaan File System Ext4 juga menambah "warna biru" pada Fedora 11, Ext4 akan menjadi default File System pada Fedora 11 ini, jadi tidak hanya waktu booting yang cepat, namun performa juga akan ditingkatkan, untuk Desktop Environment KDE sudah menggunakan versi 4.2.
Biasanya Fedora adalah distro yang tidak peduli tentang Microsoft Windows, tapi Fedora 11 setidaknya memberikan 1 kunci dari fitur pengembangan Windows, yaitu Windows Cross-Compiler. Sesuai dengan deskripsi dari Fedora Project, Windows Cross-Compiler akan memungkinkan untuk membangun dan mencoba program secara utuh untuk windows, tanpa membutuhkan lingkungan Microsoft Windows.
Versi Final dari Fedora 11 dijadwalkan release pada akhir Mei.
Artikel ini saya "copas" dari InternetNews dengan pemolesan sana-sini. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail saya atau melalui jasa komen. Gambar diatas milik gauravliv.com
Labels: Linux
Mengulang dan mengulang, mungkin kalimat dari 