Bagi yang udah pernah install Arch, pasti bakal ngerasain klo nih distro minimal banget..hanya ada base dan base-devel, base menjadi kewajiban untuk Arch agar berjalan baik, base-devel berisi tools semacam make, automake, etc. Karena hal ini juga gw tertarik untuk migrasi, pengalaman sebelumnya gw download dengan size yang lumayan gede, trus pas install harus pilih2 packages mana aja yang mau di install (optional sih tapi tetep merepotkan..)
Selesai install hanya satu hal yang terpikirkan di otak gw..
GUI...!!
Gw butuh GUI, kita di berikan mata untuk dapat melihat warna sampai dwiliaar-dwiliar (emang iya ya?) kenapa kita hanya melihat warna hitam-putih-di-layar? tapi kadang hitam-putih-di-layar menjadi hal yang baik, mengingat resource yang sedikit, OK dah g bener nih tulisannya, back to the post.
Setelah install Xorg dkk di tambah WM OpenBOX sebagai menu utama, firefox pun menjadi browser unggulan disini. Karena rubah mungil yang lucu membuat gw tertarik padanya, but one thing. I can't play the Flash, yasudah lah akhirnya dengan segenap perintah gw cari2 aja.# pacman -Ss flash
extra/flashplugin 10.0.22.87-1
Adobe Flash Player
extra/gnash-common 0.8.5-2
A GNU Flash movie player
extra/gnash-gtk 0.8.5-2
A GNU Flash movie player (gtk)
extra/libflashsupport 9.0.21.78-4
Macromedia flash plugin support lib (OSS SSL)
extra/swfdec 0.8.4-1
free library for decoding and rendering Flash animations
Ckck, tingal milih deh mana yang cocok bagi pecinta OSS, gnash bagus kok..tapi yang dari adobe biasanya bagusan..ahhaha
sebenarnya gw pengen ngejelasin tentan packet manager Arch, kapan2 yaaa..# pacman -S flashplugin
dalam sekejap semuanya dah ok, sekarang kita tes di youtube.com
oops! kok g kluar ya flash-nya, tapi gw yakin google punya solusi atas itu. Yaps, ternyata bener cuman sekali ketik dah ada jawabannya, nih link aslinya
ternyata, hanya user root aja yang bisa read file di folder mozilla$ cd /usr/lib/mozilla
cd: permission denied: /usr/lib/mozilla
Jangan lupa jadi root atau pake sudo# chmod 755 /usr/lib/mozilla
# chmod 755 /usr/lib/mozilla/extensions
klo udah coba deh logout dulu, baru masuk lagi. Check, apakah dah jalan?
Labels: Linux
Sejak 1 tahun lalu gw lagi mencari distro apa yang cocok buat gw, pertama kali bertemu dengan Ubuntu, Fedora, Debian, tapi dari semuanya gak ada yang nempel di hati, mpe akhirnya gw ketemu ama Slackware, pertama gw coba nih distro enak banget bener-bener do it yourself hampir semua serba CLI, dah 4 bulan lah gw gunain Slackware sebagai Core Platform di rumah, desain yang simple, clean, secure, dan macem-macemnya membuat gw bisa bertahan cukup lama, gw kira Slackware dah paling top buat gw..tapi setelah gw jalan-jalan di distrowatch.com gw nemu salah satu distro yang gakgw kenal, Arch Linux.
Yap, awalnya gw tertarik dengan namanya "Arch" gw pikir nih distro kayaknya keren, lanjut dah gw ke websitenya dan nge-browse di Wiki, ada tulisan yang menarik dan menjadi titik awal gw untuk berpindah ke Arch Linux.
The Arch Way gw kagum banget dengan tulisan yang satu ini, desain dan konsep yang sama dengan Slackware tapi lebih "gila" lagi, setelah mencoba distro yang satu ini bener-bener minimal dan bersih dari segala macam modifikasi yang gak perlu, instalasi juga cukup mudah, No GUI untuk fresh install, BSD-style init.
Bagi yang mw coba tingal menuju ke TKP di situ dah lengkap banget dari dokumentasi cara install, configurasi awal, dll.
picture from go2linux.org
Labels: Linux
Penggunaan 2 Operating System menjadi keasikan tersendiri, trend dual-booting antara Linux dan Windows sudah menjamur dimana-mana, mungkin mengakses File System Windows seperti FAT32 atau NTFS menjadi hal yang mudah, dengan beberapa package tambahan yang sudah default tertanam di Linux, anda sudah dapat mengaksesnya, namun beda halnya dengan Windows, secara default kita tidak dapat mengakses File System dari Linux seperti Ext2 atau Ext3 karena itu dibutuhkan aplikasi tambahan.
Salah satunya adalah Explore2fs, dia adalah program seperti Windows Explorer yang dapat membaca Ext2 dan Ext3
Supported versions of Windows:
- Windows 95
- Windows 98
- Windows 98SE
- Windows ME
- Windows NT 4.0
- Windows 2000
- Windows XP
- Windows XP SP2
- Windows Server 2003
- Reads ext2
- Reads ext3
- Drag & Drop
- 1.44Meg Floppy Disk Support
- LS120 Floppy Disk Support
- ZIP & Jazz Disk Support
- USB & CF Disk Support
- CDROM Support
- Supports Windows 98 extended partition scheme
- Export files as binary
- Export files as text
- Export directory
- View/Execute file
- Large disk support
- Large file support
- LVM2
- ReiserFS Detection
- Unicode UTF8 support
- Preserve time stamps on export

Artikel ini dibuat berdasarkan inpoo. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail atau melalui jasa komen. gambar di atas milik chrysocome
Labels: Application
Mungkin sudah banyak Linux yang berjalan bersamaan dengan Windows, dan distro ini memiliki perbedaan dengan yang unik, Portable Ubuntu for Windows (berikutnya disingkat Pubuntu) diambil dari situs resminya Pubuntu adalah sistem yang berjalan sebagai aplikasi di Windows.
Sistemnya sendiri di bangun dari Kernel Colinux, Xming X server dan Server Pulseaudio untuk Windows, kita sering melihat distro lain yang berjalan inside Windows, seperti Damn Small Linux, DSL akan membuat Desktop sendiri di dalam Desktop Windows, namun berbeda pada Pubuntu, distro ini tidak membuat desktop-nya sendiri tapi numpang tempat di Windows.
Seperti kebanyakan distro portable lainnya, Pubuntu mempunyai beberapa kelebihan seperti, dapat tersimpan dalam sebuah USB Flash Disk, meskipun ukuran yang di butuhkan cukup besar, anda juga dapat menyimpan data atau folder kalian pada Windows, perubahan apapun yang kalian lakukan akan tersimpan pada Portable Ubuntu, dan yang pasti mudah untuk di konfigurasi.
Ok, try this one!
Pertama, anda download release pertama Pubuntu, (Ukurannya sekitar 438 MB). double-click untuk meng-extract pada folder, Bagi anda yang menggunakan Vista atau Windows 7, anda harus membuka Command Prompt sebagai Administrator (Tekan Windows Key pada keyboard, ketik cmd, lalu right-click pada "Command Prompt" lalu pilih "Run as Administrator"); pada Windows XP, kalian hanya menjalankan Command Prompt, lalu menuju folder extract anda, pilih run_portable_ubuntu dan tekan enter.
Akan muncul beberapa prompts untuk "Unblock" coLinux dan beberapa aplikasi pada system anda. Unblock semuanya, lalu akan muncul sebuah menu-bar kecil pada desktop, dan anda dapat memindahkannya sesuka hati.
Voila! Indahnya warna orange dari Ubuntu akan terpancar dari Desktop anda, menu seperti--Aplications-Places-System--akan muncul, saatnya anda berkreatif tanpa harus menghancurkan Windows anda (Meskipun sudah hancur ^^)
Jangan lupa untuk membaca dokumentasi Pubuntu dari situsnya, karena itu akan sangat membantu.

Artikel ini saya "copas" dari Lifehacker dan situs resmi dari Pubuntu dengan pemolesan sana sini. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail saya atau melalui jasa komen diatas. Gambar diatas milik Pubuntu
Labels: Linux
Akhirnya setelah penantian lama, keluarlah versi Beta dari Fedora 11 dengan code name Leonidas.
What Leonidas? The Spartan Hero!!
Bukan-bukan!
Pengambilan nama untuk Fedora 11 dimulai awal Januari. Leonidas menjadi pemenang dari banyaknya nama yang di tawarkan, seperti Blarney, Brasilia Claypool, Duchess, Euryalus, Indomitable, dan Zampone. Anda mungkin berfikir jika nama ini diambil dari Sejarah per-Spartan-an, tentu tidak!
Berkunjunglah ke Fedora-Wiki, kalian akan melihat bahwa tidak ada hubungannya dengan Sang Pahlawan.
Back to Penguin! Dari semua fitur yang dihadirkan Fedora 11, yang paling menarik adalah waktu booting yang bertambah cepat, mereka mengklaim kecepatannya mencapai 20 detik, selain itu penggunaan File System Ext4 juga menambah "warna biru" pada Fedora 11, Ext4 akan menjadi default File System pada Fedora 11 ini, jadi tidak hanya waktu booting yang cepat, namun performa juga akan ditingkatkan, untuk Desktop Environment KDE sudah menggunakan versi 4.2.
Biasanya Fedora adalah distro yang tidak peduli tentang Microsoft Windows, tapi Fedora 11 setidaknya memberikan 1 kunci dari fitur pengembangan Windows, yaitu Windows Cross-Compiler. Sesuai dengan deskripsi dari Fedora Project, Windows Cross-Compiler akan memungkinkan untuk membangun dan mencoba program secara utuh untuk windows, tanpa membutuhkan lingkungan Microsoft Windows.
Versi Final dari Fedora 11 dijadwalkan release pada akhir Mei.
Artikel ini saya "copas" dari InternetNews dengan pemolesan sana-sini. Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail saya atau melalui jasa komen. Gambar diatas milik gauravliv.com
Labels: Linux
Berbagai generasi File System sudah di telurkan dari ext, ext2, ext3, sampai pada generasi sekarang ext4 (dan masih banyak lagi File System yang ada). Di tahun 2006, Theodore Ts'o seorang "Pejantan" lulusan MIT pada tahun 1990 yang juga sebagai developer Linux Kernel memulai pengembangan ext4. Berbeda dengan ext3 yang hanya mendapat penambahan fitur dari ext2 dengan tetap menyamakan format dari ext2, ext4 menjadi revolusi dari ext3 banyak perubahan terjadi pada ext4, membawa ext3 menuju era 64-bits membiarkan sebuah file yang berukuran 16 TB sebaik 1 Exabyte file system dengan menggunakan 48-bits data structures.
Salah satu fitur yang ditawarkan ext4 backware compatible atau kompetibel dengan File System sebelumnya, ext2 dan ext3. Anda dapat menggunakan ext2 atau ext3, mengubah beberapa settings lalu me-mount file system tersebut sebagai ext4, tak ada data yang akan hilang dan ext4 akan menggunakan structure file baru-nya hanya pada file baru, bukan pada file yang lama (mantep g? buat gw sih mantep). Bisa juga di-upgrade ke ext4 tanpa kehilangan data, tapi mem-backup data menjadi pilihan bijak.
Kerja keras para pengembangnya pun membuahkan fitur seperti extents, journaling checksumming, block allocation, delayed allocation, faster fsck, on-line defragmentation, and larger directory sizes (up to 64,000 files). Let’s rock!
Extents :
Extents adalah fitur yang mendeskripsikan bagamana setiap block file di letakkan pada sebuah drive yang akan menyimpan file tersebut
Ext3 dan ext2 menggunakan metode tidak langsung untuk menyimpan track-track dari block. Ini berarti ext3 atau ext2 harus menyimpan track dari setiap block. Sebagai contoh, untuk file 100MB, anda mempunyai 25,600 4KB blocks. Jadi untuk file tersebut, ext3 harus menyimpan 25,600 blocks dan bagaimana mereka tersusun
Ext4 membiarkan blocks untuk file khusus untuk di simpan sebagai extent. Sebuah extent hanya sebuah block yang bersebelahan. Jadi File System hanya menyimpan 2 bits informasi, permulaan block, dan berapa banyak block yang bersebelahan didalam extent. Extents juga membantu dalam penghapusan file karena hanya membutuhkan informasi metadata yang kecil untuk dirubah.
Journaling Checksumming :
Salah satu pengembangan yang besar dalam ext3 adalah implementasi system journal. Journal adalah daftar perubahan yang harus diselesaikan oleh file system, seperti reads, writes, deletes, dll. Jadi file system hanya "bermain" di Journal untuk melakuka perubahan pada file system, jika terjadi crash, sang Journal, akan bisa mengembalikannya
Journaling Checksumming membuat sebuah Checksum pada data Journal, jadi ext4 dapat mengatakan area pada disk dimana Si Journal yang tersimpan akan gagal atau rusak. Ini dapat meningkatkan kepercayan dan juga meningkatkan performa.
Multi-block Allocation :
Ext3 mengalokasikan blocks untuk sebuah file, biasanya menggunakan 4KB blocks. Untuk setiap file besar, fungsi penghubungan harus memanggil alokasi file ribuan kali. Ext4 menggunakan "multi-block allocation" yang membiarkan multiple blocks untuk mengalokasikan selaman 1 fungsi panggilan
Delayed Allocation :
Ext3 dan saudaranya, blocks di alokasikan secepat yang dibutuhkan oleh fungsi tulis atau write function. Tapi, pada kenyataanya itu tidak dibutuhkan secara cepat, karena mungkin data masih ada dalam cache untuk saat tertentu. Jadi Delayed Allocation membiarkan blocks untuk di alokasikan hanya pada saat merekan membutuhkan untuk write sebuah data. Ini menjadi peningkatan baik pada ext4, karena selama waktu si allocator dapat mengoptimasikan alokasi dari block-blocks to mengecilkan fragmentation dan meningkatkan performa
Online Defragmentation :
Banyak permintaan unuk melakukan Online Defragmentation, tapi dukungan ini belum di implementasikan pada "jalur utama" Kernel. Bahkan beberapa teknik digunakan untuk menghindari fragmentattion, file system yang berumur panjang tidak harus di fragmentasi berkali-kali. Ext4 akan mempunyai tool yang dapat mendefrag per-individual file atau seluruh file system.
Faster File System Checking :
Sudah pasti pengecekan untuk file system akan menjadi cepat, karena pengecekan block yang tidak teralokasikan akan dilewati, fitur ini di implementasikan di Kernel 2.6.24.
Artikel ini gw copas dari Linux Magazine yang di tulis oleh Jeffrey B. Layton gw cuman sebagai jasa pernerjemah sangat amatir, mohon maaf jika anda bingung dengan hasilnya.
Segala bentuk makian dan hinaan dapat anda sampaikan ke e-mail saya atau melalui jasa komen.
Gambar diatas milik dari Zombio.com
Labels: Linux
Mengulang dan mengulang, mungkin kalimat dari 